Follow me

Pengalaman Investasi Online
January 10, 2017|DigitaLife

Pengalaman Investasi Online

Never get dependent on one source of income, make investment to create second source” -Warren Buffett

Sebagai seorang bapak-bapak mas-mas yang sudah punya anak, ada momen-momen random dimana tiba-tiba kepikiran masa depan. Bakal tinggal dimana, posisi keuangan gimana, anak sekolah dimana. Berat ya, hahaha.

Quotes diatas sendiri sudah aku tahu dari 2013, waktu magang di sebuah perusahaan IT yang berkantor di Bursa Efek Indonesia, tapi karena relevan dengan isu-isu sekarang ini, jadi keingetan lagi untuk mulai berinvestasi. Setelah perjalanan panjang yang sangat intens setahun kemarin : beli rumah seisinya – nikah – pindahan ke jakarta – dan punya anak, saatnya sekarang untuk mempersiapkan masa depan dengan berinvestasi.

Pilihan investasi pertama jatuh ke emas. Resikonya kecil, relatif aman, dan barangnya jelas. Beli, simpan, jual kalau lagi perlu. Yang paling menyenangkan dari emas adalah, nggak berasa kayak nabung, tapi rasanya kayak belanja. Kalau dulu di Jogja biasa beli emas langsung ke tokonya, karena kemana-mana dekat dan nggak macet. Nah kalau sekarang di Jakarta, opsi beli emas ke tokonya langsung jadi agak repot.

screen-shot-2015-03-30-at-2-34-22-pm-e1427701470296

Akhirnya ketemu tempat beli online emas yang cukup bisa diperaya, di www.orori.com. Pesan, transfer, barang diantar. Bisa milih juga beberapa jenis emas sesuai selera dan kebutuhan. Misalnya emas antam yang 1 gramnya ada di harga Rp 610.000 atau emas UBS yang beberapa puluh ribu lebih murah. Oh iya, kalau daftar sebagai member, langsung dapat voucher beli perhiasan Rp 500.000 dan diikutkan ke undian berhadiah emas batangan. Oke, checklist emas.

Pilihan investasi kedua ini nih yang lebih menantang, reksadana. Sebenarnya dari dulu udah pengen investasi di reksadana karena bisa mulai dari Rp 100.000 dan bisa milih tingkat resiko yang mau diambil. Sayangnya, karena antara masih ragu dan males, belum sempat ke bank atau tanya-tanya lebih lanjut tentang reksadana ini.

Sampailah sebuah email masuk dari Bukalapak. Begitu baca, aku langsung bilang, “Ini Dia!”, ala acara situasi komedi di NET. Bukalapak bekerjasama dengan CIMB Niaga bikin Bukareksa, buka reksadana secara online mulai dari Rp 10.000. Detik itu juga langsung buka.

a1cc50a062664616857938d4cbcf799b_melalui-bukareksa-platform-marketplace-bukalapak-tawarkan-pembelian-reksa-dana

Enaknya adalah ada dashboard dimana kita bisa top-up saldo, beli dan jual secara mandiri. Berapa keuntungannya dan kapan mau dicairkan juga terserah kita. Transparansi ini yang bikin aku jadi tertarik, dan nggak ada salahnya buat nyoba. Setelah 3 hari daftar, dana diverifikasi dan dinyatakan aktif. Tinggal kita lihat aja perkembangannya uangnya jadi berapa.

Pilihan ketiga ini nih yang lebih seru lagi, namanya peer to peer landing. Investasi berbasis financial technology (fintech) ini menjembatani orang yang punya uang berlebih untuk diinvestasikan dengan orang yang lagi butuh uang buat usaha / keperluan lainnya. Semuanya dapat win-win solution, yang memberi pinjaman dapat bunga yang lebih besar dalam waktu yang relatif cepat, dan yang dapat pinjaman nggak perlu terlalu repot cari pinjaman ke bank dan bisa dapat uang lebih cepat.

Aku tertarik buat langsung daftar ke salah dua fintech peer to peer landing ini, Koinworks dan Investree. Alasannya, yang pertama pernah baca di timeline seorang selebtwit, dan yang kedua sering dengar di portal informasi startup semacam TechInAsia.

investree

aplikasi-koinworks

Mekanismenya relatif sama. Bikin akun – verifikasi dengan tanda tangan online beberapa dokumen – top up saldo – pilih profil yang akan dipinjamkan uang, lengkap dengan informasi resiko, bunga yang akan didapat, dan informasi uangnya akan dipakai untuk apa. Bedanya, kalau di Koinworks investasi bisa dimulai dari Rp 100.000, sementara Investree minimal Rp 5.000.000. Informasinya cukup jelas untuk pemula yang mau mulai berinvestasi dan diingatkan untuk selalu berhati-hati karena resiko ditanggung sendiri.

Tiga investasi online yang aku sebutkan diatas (Bukareksa, Koinworks dan Investree), masing-masing menyatakan belum diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) karena aturannya sampai saat ini masih dikembangkan dan belum dirilis. Tapi melihat latar belakang dan jumlah dana yang dikelola mereka saat ini, aku merasa cukup aman dan terpercaya kalau mau berinvestasi di salah satu atau tiga-tiganya.

Selamat mencoba berinvestasi!

Note : Semua platform yang dijelaskan di halaman ini bukan posting berbayar dan semuanya telah dicoba oleh penulis.

no comments
Istilah Pintar Di Ibukota
December 13, 2016|LifeWorkLife

Istilah Pintar Di Ibukota

If you can’t make it good, at least make it look good. – Bill Gates

Sebagai orang baru di Jakarta, aku mengagumi bagaimana orang-orang di ibu kota bekerja. Cepat, achiever, gesit, menekan, dan selalu tampak wah, paling tidak itu yang kontras dibandingkan dengan 7 tahun kerja di daerah dulu. Bagian selalu tampak wah bisa dilihat dari bajunya, design, gerakan, gaya bicara, dan terakhir kata-kata yang digunakan. Meskipun sebenarnya nggak sebagus itu, minimal tampilannya bagus. Pepatah dari mantan orang terkaya nomor satu dunia diatas jadi relevan, karena kemasan melindungi isi. However, people do judge the book by it’s cover.

Aku menaruh perhatian khusus pada kesukaan orang sini menggunakan istilah yang cenderung asing bagi orang awam, namun meningkatkan derajat seketika didepan lawan bicara, dan dimengerti oleh kalangan di tingkatan yang sama. Biar nggak lupa dan sekalian bisa berguna buat yang lain, ini dia istilah pintar yang berhasil dirangkum tim On The Spot :

Deck (kata benda) ; file presentasi powerpoint / keynote.
Kirimin deck yang paling update dong. 

PFA (istilah email) ; please find attachment.
Dear Rizki, PFA. Thanks.

WIP (kata kerja) ; work in progress, meeting untuk cek progress masing-masing.
Besok jam 2 kita WIP ya.

COB (keterangan waktu) ; close of business (maksimal jam tutup kantor)
Kirimin revisinya COB ya.
Varian : EOD (End of day / maks jam 24:00), By Today (maks jam 24:00)

On Me (kata kerja) ; aku bayarin.
Kantin yuk, on me.

Q (keterangan waktu) ; quarter (periode tiga bulanan ke-x)
Kapan kita meeting plan Q4?
Varian : H (half, periode 6 bulanan), W (week, periode minggu ke-x)

MoM (kata benda) ; minutes of meeting, notulen rapat.
Dear All, terlampir MoM untuk meeting planning Q4 kemarin.

YTD (keterangan waktu) ; year to date, dari awal tahun sampai hari ini.
YTD kita baru achieve 55%

Basket Size (kata benda) ; jumlah item / pembelanjaan dalam 1 kali transaksi.
Average basket size kita meningkat bulan ini karena promo X

As per ; sesuai dengan
Dear Ricky, as per diskusi kita hari ini, perubahan jobdesc …

Sementara itu dulu deh, ada yang mau menambahkan?

 

no comments
Caraka dan Cafca
December 11, 2016|DigitaLifeLife

Caraka dan Cafca

Menjadi ayah yang baik dan benar nggak ada sekolahnya

Suatu hari, salah satu senior di kantor radio di Jogja, Ayu Rizqia, memberikan sebuah buku sebagai kado pernikahan. Buku itu berjudul “Catatan Ayah ASI”, menceritakan kisah para ayah yang menjadi suami supportif, agar istrinya senang dan bayinya tenang. Akhirnya, setelah baca buku ini, jadi sedikit banyak dapat gambaran gimana pentingnya peran seorang ayah dalam rumah tangga, yang nggak sekedar cari uang aja. Sangat direkomendasikan untuk yang akan menjadi ayah atau sudah jadi ayah.

ayah-asi

Buku itu kedatangan teman, judulnya “Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun” produksi Tiga Generasi. Waktu itu (sebelum lebaran 2016) agak susah nyarinya, sekarang sih udah gampang. Intinya, setiap ayah memang perlu belajar untuk menjadi ayah yang baik dan benar, karena banyak mitos yang salah dan sangat minim forum untuk ngajarin yang benar.

buka-buku_buka-buku-buku-anti-panik-mengasuh-bayi-0-3-tahun-by-tigagenerasi_full02

Bagian yang pertama kali aku highlight dari buku ini adalah, cara menghentikan tangisan bayi, hahaha. Diakui atau engga, sebagai first time dad, kalau bayi udah nangis, pasti bawaannya panik. Ternyata saat kita panik, bayi bisa merasakan dan makin nggak nyaman. Yang ada ayah sama bundanya makin stress, bayinya juga makin kenceng tangisannya.

Penyebab tangisan bayi ternyata ada banyak, dan harus dicari tahu kenapa si bayi nangis. Bisa jadi, penyebabnya adalah :

  • popok penuh
  • lapar
  • kepanasan / kedinginan
  • bosan (aku dengan penat, dan enyah saja kau pekat)
  • sakit
  • ingin diperhatikan
  • mengantuk tapi nggak bisa tidur

Nah, seperti kata buku tulis Sinar Dunia, experience is the best teacher, semakin lama berinteraksi dengan bayi, kita jadi lebih tahu apa penyebab bayi menangis dan cara menenangkannya. Memang perlu waktu dan kesabaran ekstra sih, hahaha.

Masih menurut buku yang sama, ada beberapa cara menenangkan bayi menangis, yang semuanya sudah dicoba dan sebagian berhasil :

  • memberikan susu
  • menggendong sambil bersenandung
  • menggendong naik turun tangga
  • mengganti popok
  • menyelimuti bayi,
  • dan yang paling manjur : menggumamkan ssshh.

Apalagi kalau semua dilakukan, pasti manjur banget, hahaha. Khusus poin terakhir, konon saat kita bilang ssshhh (nggak usah pake naruh telunjuk di bibir si bayi), bayi akan jadi tenang karena suara itu seperti saat masih dalam perut bunda. Nah ssshhh nya boleh sambil dimainkan nada apa saja, yang penting nggak terlalu keras.

Selain ssshhh, dalam sebuah diskusi di kantor sebelum yang sekarang, ada sebuah video yang diklaim bisa menghentikan tangisan bayi dengan tingkat keberhasilan 96,2%. Sebagai ayah digital, ini jelas menarik. Videonya penuh warna, penuh suara lucu, dan tokohnya menggambarkan produk permen Lotte di Jepang, namanya Cafca. Emang bener bisa menghentikan tangisan bayi? Coba tunjukkan video ini ke si dedek saat nangis.

Setelah dicoba ke Caraka, eh berhasil! Hahaha
Meskipun tampilannya agak serem menurut orang dewasa, video ini punya musik dan gambar yang didesain sedemikian rupa, dengan gelombang suara 6000-7000 hertz dan nada yang ceria, agar membuat si bayi lupa dengan kesedihannya.

Ms Suzuki, who supervised production of the video, explains that children show continuous interest in their surroundings.  A phenomenon called orienting reflexes allows them to process sudden changes in their environment.  If you give babies constant stimulus through songs and images they will forget their crying in order to take in these sudden changes.

Jadinya fokusnya ke video, bukan ke hal yang bikin dia nangis. Tapi menurut yang membuat juga, video ini nggak berfungsi kalau memang nangisnya karena lapar, popok penuh, dan masalah utama lainnya. Cobalah sesekali memutarkan video ini, dan kita lihat apakah si dedek berhenti nangis atau engga.

Sebagai ayah digital, harus mengingatkan juga kalau ada baiknya juga video ini nggak terlalu sering diputar ya. Karena interaksi antara bayi dan gadget terlalu sering itu nggak bagus. Putarkan saat-saat darurat aja, dan sisanya kembali ke ssshhh.

Semoga bermanfaat!

no comments
Instagram Downloader
December 9, 2016|DigitaLife

Instagram Downloader

Sebagai tenaga kerja digital, pekerjaan rekap-merekap entry adalah makanan sehari-hari. Dalam setiap campaign yang dijalankan, akan ada saatnya perlu waktu seharian untuk mengumpulkan semua entry yang masuk, memilih finalis dan menentukan rejeki orang pemenang.

Nah, yang sering dihadapi adalah betapa repotnya kalau mau rekap entry di Instagram. Berbeda dengan FB & Twitter yang bisa tinggal drag ke desktop atau klik kanan save image as gambar yang mau di save, Instagram melindungi foto-fotonya yang mau di save ke PC.

Sejauh ini ada beberapa cara mengakalinya. Diurutkan dari yang paling tradisional sampai yang paling canggih :

  1. Print screen dan pakai paint atau pakai snipping tool, atau
  2. Klik kanan gambar, inspect element, cari link nama file jpg, buka tab baru, lalu save image as.

Nah ternyata ada yang bisa membantu memudahkan, namanya Instagram Downloader, sebuah extention di browser Chrome. Namanya umum banget ya? Hahaha. Dengan 1x klik, gambar langsung tersimpan. Terdengar menarik? Ini dia cara-cara mendapatkannya :

  • Masuk ke Google Chrome, buka new tab, lalu klik Apps

1

  • Pilih Web Store

2

  • Cari kata kunci Instagram Downloader, lalu klik Add To Chrome

3

  • Restart Chrome
  • Masuk ke Instagram, buka halaman yang mau didownload gambarnya.
  • Kalau kursor diarahkan ke gambar, akan muncul tiga bulatan baru di ujung kanan atas. Klik tombol ungu untuk menyimpan.

5

  • Voila! Gambar tersimpan dengan nama file icannotknow_tanggal_jam (agak alay ya defaultnya, hahaha).

Selamat mencoba, para tenaga kerja digital!

 

 

no comments
Jangan Berlebihan
December 7, 2016|DigitaLife

Jangan Berlebihan

Andin berumur 6 tahun dalam sebuah perjalanan sedang mendengarkan pesan ayah ibunya.

Ibu : “Apapun yang kamu lakukan, jangan berlebihan”
Andin : “Termasuk belajar? Ibadah? Berbuat baik?”
Ibu : “Apapun. Jangan berlebihan.”

Melihat timeline social media ramai akhir-akhir ini (sejak 2014 sebenarnya), kutipan sederhana 19 tahun lalu ini menjadi relevan. Apapun yang dilakukan secara berlebihan, itu tidak baik. Karena hidup ini harus seimbang dan secukupnya.

Tulisan, gambar, video yang kita lihat di layar kaca smartphone setiap hari dan bikin nggak nyaman karena ada adu ngotot disana, adalah karena berlebihan. Sebagai orang yang kebetulan beberapa tahun terakhir bekerja di industri digital media, rasanya perlu untuk saling mengingatkan, bahwa tidak berlebihan menunjukkan kedewasaan berdigital media.

Mengkritik boleh, tapi jangan berlebihan dengan menghujat.
Tidak setuju boleh, tapi jangan berlebihan dengan mengolok-olok.
Berargumen boleh, tapi jangan berlebihan dengan menyerang pribadi.
Menyukai satu hal boleh, tapi jangan berlebihan dengan mempostingnya setiap saat.
Mengajak kebaikan boleh, tapi jangan berlebihan dengan memaksa.
Kesal dan curhat boleh, tapi jangan berlebihan dengan jadi drama.

Mari meramaikan kembali digital media dengan dewasa : seimbang, secukupnya, tidak berlebihan. Karena kita semua berteman, bersaudara, dan dunia maya adalah dunia tambahan kita selain dunia nyata.

Salam,
Andin Rahmana
Tenaga kerja digital.

no comments
Pengalaman Ikut Hexagon War – 2
November 10, 2016|Life

Pengalaman Ikut Hexagon War – 2

Penyesalan itu datangnya belakangan.
Kalau di depan namanya pendaftaran.


Sampailah di hari pengambilan gambar di studio Hanggar, Pancoran. Agak nggak nyangka tempatnya karena semacam arena outbond (billiard, gokart, futsal di tengah kota) yang punya beberapa studio didalamnya untuk syuting. Aku dapat giliran syuting ketiga, dan standby jam 3 sore.

Satu per satu peserta lain mulai datang.

Pak Yuri, seorang appraisal yang biasa menaksir nilai properti.
Rahma, ibu rumah tangga lulusan psikologi yang punya online.
Ria Ricis, selebgram yang terkenal karena hijabnya.
Dan Sisca, baru saja lulus, punya usaha katering dan juara bertahan dari episode sebelumnya.

Semuanya sama-sama ngaku tegang, karena suasana studio memang dingin banget dan Mas Helmy Yahya membawakan acara dengan nuansa tegang. Pertanyaan-pertanyaannya bikin orang yang lama di Jogja bilang “asemik”. Coba jawab pertanyaan dari babak 1 ini tanpa search di google ya :

  1. Sering melamun pada wanita, bikin : pikun dini / penuaan dini?
  2. Bahasa Indonesia baku untuk mouse : tetikus / titikus?

Masih gampang? Oke, kita coba soal dari babak kedua ya :

  1. Menurut riset Time, kota mana di Indonesia yang paling banyak selfienya : Jogja / Denpasar
  2. Kota termahal kedua di Indonesia : Batam / Jayapura
  3. Syekh Al Makassari Al Bantani yang ngetop di Afsel, asalnya dari : Sulsel / Banten

Nah, soal pertama ini bikin pada kepleset hampir semua. Sialnya, aku kelewat yakin dan poin yang dipertaruhkan kebanyakan, huhu. Agak susah mengejar ketertinggalan.

Babak ketiga lebih susah nggak ya? Coba aja.

  1. Jumlah monster yang mengejar Pacman : 4 / 5
  2. Smartphone pertama kali ditemukan di : Finlandia / Amerika Serikat
  3. Lukisan Van Gogh yang terjual sebelum meninggal : Starry Night / The Red Vineyard.

Sekali lagi, pada kepleset di pertanyaan kedua. Masalahnya adalah, aku sudah memilih jawaban yang benar, dan saat dihitung mundur sampai hitungan kedua, terus aku mengganti jawaban yang salah. Aseem, nyeselnya nggak ketulungan. Andai saat itu nggak ragu dan jawaban tetap, nggak pasti menang juga sih karena masih ada soal ketiga. Tapi paling nggak kesempatan menang jadi lebih besar.

Pada akhirnya, ya sudahlah. Banyak soal yang sama-sama salah tapi yang menentukan akhirnya adalah keberuntungan, seperti yang aku tulis sebagai quote di posting bagian 1 tadi. Karena penyesalan tidak mungkin muncul di depan, mari kita belajar merelakan dan melanjutkan kehidupan.

Episode ini kabarnya tayang pertengahan Desember. Ada beberapa bagian yang menurutku agak malu-maluin sih, tapi karena memang dimintanya begitu, jadi begitulah adanya. Apapun yang terjadi, still, ini adalah salah satu pengalaman terbaik (meskipun agak nyesek) dan 1 bucket list dicoret.

Sampai ketemu di posting selanjutnya!

3 comments
Pengalaman Ikut Hexagon War – 1
November 10, 2016|Life

Pengalaman Ikut Hexagon War – 1

Orang bodoh kalah sama orang pintar.
Orang pintar kalah sama orang beruntung.

Aku pernah mendengar quote di atas dari salah satu iklan acara kuis di TV. Menarik ternyata, karena ada faktor luck, tidak terlihat, yang ikut menentukan sesuatu terjadi.


Setelah lama nggak menemukan kuis yang berkualitas di TV, sejak Versus dan Berpacu Dalam Melodi berhenti tayang, tiba-tiba si adek (adek beneran) saat ke Jakarta bilang, ada kuis baru yang dipandu sang legenda Helmy Yahya. Dia lupa namanya apa, tapi yang pasti di Trans 7.

Bagaikan dapat sauran (pelunasan) utang di akhir bulan, aku langsung menjelajah histori TV On Demand yang ada di rumah Bekasi. Ketemu, namanya Hexagon War.

Pola permainannya menarik dan menantang. 6 orang termasuk host beradu pengetahuan dan strategi di meja segi enam. Kalau masih ingat ada babak taruhan sebelum babak bonus di kuis Siapa Berani dan turunannya, kuis ini adalah pengembangannya.

Di babak pertama, 5 peserta tinggal menjawab 3 pertanyaan dengan A atau B. Masing-masing soal nilainya 3, 5 dan 7. Kalau benar, nilainya ditambahkan dengan modal 10 poin, kalau salah nilainya dikurangi. Hasil nilai di babak pertama ini jadi modal untuk “dipertaruhkan” (meskipun mereka menggunakan istilah membeli soal) di babak kedua dan ketiga kalau lolos.

Sudah selesai mengumpulkan modal sebanyak mungkin, di babak kedua 5 peserta ditantang untuk membeli soal dengan nilai maksimal setengah dari yang dipunya. Kalau semua jawaban benar di babak pertama, ada 25 poin yang jadi modal, dan bisa dipertaruhkan maksimal 12 poin (setengah dari 25) kalau benar-benar yakin. Kalau benar maka ditambahkan poinnya, dan sebaliknya. Ada 3 soal juga yang harus dijawab. Yang paling rendah skornya di babak ini, gugur.

4 peserta yang tersisa akan bermain di babak ketiga. Bedanya dengan babak kedua, peserta bisa membeli soal dengan semua harta yang dia punya, asal yakin. Kalau misalnya yakin 100% dan ternyata salah, nilainya jadi 0 dan harus tereliminasi. Poin tertinggi di babak ini mendapat Rp 10 juta dan masuk ke babak bonus untuk mengikuti double or nothing. Kalau benar Rp 20 juta, kalau salah ya Rp 0 (atau Rp 500.000 sebagai uang transport, hehe).

Setelah mengikuti 2 minggu atau 4 episode program ini, sempat muncul ide untuk ikut daftar dan mewujudkan impian dari kecil — ikut kuis di TV. Sempat juga ragu karena medoknya pasti agak malu-maluin dan sejujurnya pengetahuan nggak luas-luas amat. Entah kesambet apa, akhirnya aku kirimlah CV dan foto ke email hexagonwar.trans7@gmail.com yang disebutkan saat akhir acara.

3 hari setelahnya, ada telepon masuk yang mengajak untuk interview karena menurut suara yang ditelepon, CVku menarik. Entah dari mananya, hehe. Besoknya langsung menuju kantor Triwarsana di Loka Indah, Warung Buncit (dekat halte busway Warung Jati), dan tes tulis bersama 7 orang lainnya.

Dari 40 soal yang ada, ternyata aku berhasil menjawab 21 pertanyaan dengan benar. Ini baru ketahuan saat interview, karena jawabannya dicocokkan dengan jawaban yang benar. Topiknya pengetahuan umum, misalnya begini :

  1. Manakah band Indonesia yang belum pernah ganti vokalis : Padi / Jamrud / Cokelat
  2. Manakah yang bukan angka romawi : M / D / N
  3. Planet yang rotasinya berlawanan rotasi bumi : Jupiter / Mars / Saturnus

Kalau 2-3 pertanyaan diatas benar, aku sarankan untuk ikut mendaftar.

Interviewnya juga menarik nih, karena ternyata dibahas sampai dalem banget. Latar belakang, pengalaman paling bahagia, sedih, kecewa, menyesal, dll. Hampir 1 jam ditanya soal kehidupan selama hampir 25 tahun ini. Salah satu pertanyaannya adalah, “kamu merasa beruntung nggak? Karena kuis ini yang menentukan faktor wawasan dan faktor luck. “Kayaknya ini sih tes gambaran karakter saat tampil di TV kali ya, gimana saat disandingkan dengan pemain lainnya. Tes selesai dan aku malamnya langsung dikabari kalau siap syuting awal minggu depan.

Seperti apa rasanya keturutan ikut kuis yang sudah diidamkan dari kecil?
Biar nggak kepanjangan, cerita dibagi 2 part. Baca lanjutannya disini.

no comments
Perjalananmu Dimulai Disini, Nak
October 12, 2016|LoveLife

Perjalananmu Dimulai Disini, Nak

caraka/ca·ra·ka/ Jw n 1 utusan, duta; 2 huruf Jawa

Dear Caraka,
Catatan ini ditulis 36 hari setelah kelahiranmu. Kapanpun kamu membaca tulisan ini, semoga kamu mengerti apa yang sudah ibumu lakukan untukmu. Kami sayang kamu.

Senin, 5 September 2016

Ayah dan ibumu menjalani awal minggu seperti biasanya. Pagi itu, kami ke pasar Puri sebelah rumah untuk membeli bahan makanan seminggu kedepan. Ayah berangkat ke kantor, dan ibumu berkutat di dapur mungil rumah kita.

Jam 11 siang, ibumu dengan santainya mengirimkan pesan singkat kalau ada cairan keluar dari jalan lahir. Ayah menelepon dokter kandungan, dan instruksinya cukup jelas, bawa segera ke rumah sakit. Satu jam setelahnya kami sudah ada di ruang bersalin. Ayah masih sempat bekerja dari rumah sakit dan ibumu menunggu dokter datang dengan menonton tv kabel.

7 jam kemudian, belum ada tanda-tanda juga kamu akan lahir. Air ketuban sudah semakin banyak keluar tapi bukaan jalan lahirmu tidak bertambah. Dokter dan suster sepakat untuk memberikan induksi, yang akan mempercepat kontraksi dan merangsang kamu agar segera keluar. Bila kamu tidak keluar tengah malam ini, terpaksa ibumu harus dioperasi caesar besok pagi karena diperkirakan air ketuban dalam kandungan sudah habis.

Jam demi jam berlalu dan belum ada kemajuan. Suster secara berkala menambahkan dosis sampai maksimal di jam 11 malam. Ibumu sudah mulai kesakitan luar biasa karena kontraksi 1 menit sekali. Ayah cuma bisa menemani dan menenangkan, sambil menghitung waktu kontraksi. Kayak ada yang ngeremes-remes, ninju-ninju perut dari dalem, kata ibumu menggambarkan rasanya kontraksi. Rasa ngantuk sudah hilang sama sekali, berganti rasa kasihan dan serba salah karena ayah cuma bisa menemani di samping kiri.

Selasa, 6 September 2016

Suster sudah menghubungi dokter karena kamu sudah memberikan tanda-tanda akan keluar. Ayah pun menghubungi kakek nenekmu, yang ikut mendoakan dari Bekasi dan Surabaya.

Semua peralatan siap, waktunya membantu kamu keluar dan menyapa dunia. Dr. Asril memberikan instruksi kepada dua suster yang membantu ibumu dari sofa sambil agak mengantuk. Maklum, umurnya sudah cukup banyak dan ini jam 1 pagi. Maju, mundur, maju, mundur, kepalamu mulai tampak sedikit-sedikit. Ibumu terus diberikan semangat agar tidak menyerah untuk mengejan. Ayah cuma bisa berdoa, lagi-lagi mencoba menenangkan dan ikut memberi semangat.

Perlu perjuangan mengejan selama 45 menit untuk bisa membawa kamu keluar. Begitu kepalamu sepenuhnya lolos, dokter segera menarik seluruh tubuhmu. Ternyata kamu sempat terlilit tali pusar, tapi sudah berhasil dibuka lilitannya. Ayah sempat deg moment saat melihat kamu keluar dan tidak bergerak, membiru pula. Ternyata karena masih banyak cairan dalam tubuhmu. Setelah disuction, barulah kamu menangis untuk pertama kalinya.

Tangis bahagia ayah dan ibu tidak terbendung. Sambil memeluk tubuhmu yang sangat kecil lalu mengazanimu, air mata kami terus mengalir dengan senyum. Kami lalu sepakat untuk menyebutkan nama lengkapmu yang sudah disiapkan kira-kira 2 tahun lalu, saat akan dibuatkan surat keterangan lahir oleh suster.

Caraka Alfin Adinata.

Saat namamu pertama kali terpublikasi di Path ayah dan ibu, banyak ucapan dan komentar yang masuk terkait namamu. Teman-teman ibumu banyak memuji namamu yang bagus, dan kira-kira ganteng saat kamu ucapkan dalam perkenalan, 17 tahun dari sekarang. Nenekmu yang di Surabaya sempat ragu, karena yang ia tahu Caraka adalah nama perusahaan peti mati. Belakangan, ternyata yang dimaksud adalah Carrara. (Capek deh).

Sementara itu, teman-teman ayah yang berlatar belakang komunikasi, kebanyakan agak kaget dan tertawa, karena namamu tidak asing. Caraka, mereka yakini diambil dari sebuah kompetisi iklan mahasiswa nasional tahunan di Semarang.

Meskipun banyak referensi nama Caraka, harus ayah akui, pertama kali ayah mendapat ide namamu ya dari kompetisi itu. Dulu nadzar ayah adalah, kalau Ayah angkat piala, kamu akan diberikan nama Caraka. Kebetulan, ibumu setuju karena namanya bagus dan artinya cukup dalam. Yang lucu adalah, ayah selama 4 tahun berturut-turut mencoba mengikuti kompetisi iklan itu dan belum pernah sekalipun angkat piala. Ternyata, ayah justru mengangkat kamu sebagai piala Caraka. (Kalimat ini usulan dari Om Pungkas).

Caraka punya banyak makna, nak. Menurut pendapat ayah pribadi, namamu sama dengan sebuah kompetisi iklan agar kamu punya semangat yang ada dalam rangkaian acaranya. Sifat kreatif, kompetitif, mau mencoba, mau belajar, gigih dan percaya diri dengan karya sendiri adalah sifat-sifat umum semua peserta Caraka. Bukan tidak mungkin, dengan sifat-sifat itu, suatu saat nanti banyak yang agak bingung karena namamu yang disebut sebagai peraih gold dalam malam penganugerahan Caraka 2034.

Menurut yang ayah dan ibu tahu juga, caraka artinya menurut KBBI adalah duta atau utusan. Menjadi duta atau utusan bukan perkara mudah, karena kamu pribadi akan mewakili sebuah institusi / lembaga. Apa yang kamu lakukan, melambangkan sikap / cerminan tempatmu bernaung. Seorang duta pasti harus berani maju, dapat dipercaya, dapat diandalkan dan bisa meyakinkan diri sendiri dan orang lain. Itulah yang kami harapkan ada dalam dirimu.

Untuk melanjutkan nama Caraka, kami memilih Alfin Adinata yang sederhana tapi cakep. Alfin kepanjangan dari Alfika dan Andin, cara klasik untuk memberi warisan nama orang tua. Sementara Adinata adalah bahasa sansekerta yang artinya paling unggul. Sehingga kalau namamu disatukan, artinya adalah “Duta Andin Alfika Yang Paling Unggul”. Semoga maksudnya adalah duta besar dan sebangsanya, bukan duta model kecantikan seperti Larissa dan Natasha atau Duta Sheila On 7 (pada masa ini artis yang punya nama Duta cuma itu).

Rabu, 12 Oktober 2016

Saat ini jam 1 pagi, dan Ayah akhirnya baru bisa mempublish tulisan ini. Satu bulan sudah berjalan, ayah dan ibumu terus mencari pola terbaik untuk mengasuhmu. Sleepless night sudah jadi makanan sehari-hari, dan kami terus berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Updatenya adalah, Ayah baru bisa menggendongmu seminggu terakhir, dan ibumu nampaknya agak kelelahan karena kamu minum banyak sekali akhir-akhir ini.

Sambil memandangi wajahmu yang tertidur pulas, Ayah menyelesaikan tulisan ini dan akan beralih ke pekerjaan berikutnya yang sempat tertunda karena penyesuaian kehidupan sebulan terakhir.

Pesan Ayah, yang paling utama, nikmatilah setiap waktu dalam kehidupan ini, nak. Tidak usah terburu-buru dan ingin cepat besar, karena setiap masa punya cerita indahnya. Waktu akan berjalan seperti biasa, dan manfaatkan setiap waktu untuk hal yang kamu suka. Ayah dan ibu akan selalu ada disampingmu, menemanimu bertumbuh dewasa. Mungkin suatu saat nanti, tiba giliranmu yang menulis catatan seperti ini, entah dengan format apa.

no comments
Pengalaman Beli Andromax M3Z
August 18, 2016|DigitaLife

Pengalaman Beli Andromax M3Z

Hej! (ala toko rumah tangga sebelah)

Selamat datang di rumah baru andinrahmana.com. Karena kesalahan teknis dan kekhilafan manusia yang punya blog ini, tampilan dan isinya sama sekali baru. Posting lama sedang dicoba dihidupkan kembali, dengan penyesuaian seperlunya, kan sudah memulai hidup baru di rumah baru.

Oh iya, kepindahan dari Jogja ke ibukota yang penuh pertimbangan belum sempat jadi tajuk utama blog ini. Keputusan besar ini efeknya banyak, salah satunya adalah harus mencari solusi internet di rumah yang tingginya sekitar 20 meter dari permukaan tanah.

Para provider internet besar angkat tangan untuk memasang internet di apartemen, karena ada kebijakan monopoli internet dari pengelola (kecuali ada kerjasama) dan secara teknis cukup sulit ngulur kabel ke lantai 10. Provider asli apartemen sendiri harganya nggak kira-kira, sekitar 400 ribu untuk internet 1 mbps + tv kabel. Harga sama kayak Indihome tapi kecepatan sepersepuluh, hehe.

Mencoba mengandalkan tethering XL, tapi sinyalnya juga kadang-kadang. Sesekali LTE 2 bar, seringnya 3G bahkan edge. Bernaung di kafe sekitar pun nggak memuaskan. Ini ibukota lho, kok susah bener ya cari koneksi internet 🙁

Beralih ke modem Bolt yang 2 tahun lalu sempat dibeli buat internetan mobile di Jogja, lumayan membantu. Sayangnya, baterainya sudah berumur dan penyakitnya ZTE MF90 suka hilang sinyal, dan harus restart untuk bisa internetan. Lebih banyak emosinya daripada tertolongnya.

Dan akhirnya datang wahyu dan ilham dari langit. Ada iklan modem Smartfren M3Y dan M3Z yang katanya gratis dengan pembelian kuota 30GB senilai Rp 300.000. Harga yang sama, tahun 2009 cuma dapat modem Smart (belum jadian sama fren) D1 200P yang kecepatannya 128 kpbs. Fiturnya cukup menarik : baterai berukuran besar 3000 mah, bisa terkoneksi ke 32 gadget dan yang paling penting, baru dan segar!

cth

Modem legendaris Smart Haier

Akhirnya di suatu sela jam makan siang yang random, aku mampir ke galeri Smartfren sebelah kantor. Prosesnya cepet banget, karena belum semenit ada disana, pak satpam bilang kalau modemnya habis dan ada waiting list sepanjang 30 orang karena memang permintaan tinggi. Akhirnya aku pulang tanpa beban, kuterima kekalahanku.

Karena masih penasaran, sampai di kantor masih coba cari cara untuk beli modem ini. Berakhirlah di website resmi Smartfren yang menyediakan layanan pesan antar. Beberapa menit setelah mengisi data diri, dihubungilah sama petugas mereka. Sayangnya, barang memang kosong dimana-mana dan diminta menunggu sampai akhir bulan.

Sempat lupa sama modem, eh beberapa hari setelahnya ada sms dari Smartfren, katanya bisa diantar hari Kamis. Karena lagi meeting dan baru balas 2 jam setelah sms diterima, ternyata sudah diambil orang dan ditawarkan untuk ganti ke Jumat. Sudah senang mau bawa pulang modem, eh yang ditunggu nggak kunjung muncul. Sekitar jam 6.30 sore baru ada sms masuk :

Bu saya kurir smartfren. Saya mau kirim mifi tapi kemalaman, jadi punya ibu ke pending. Lain hari … Makasih.

Sudah biasa dipanggil Ibu, hahaha. Setelah dibalas tanya lain hari itu kapan, jawabannya adalah :

Kalau masalah pengiriman mungkin saya kurang tahu.

Lha kalau bapak aja nggak tahu, apalagi saya, Pak.

Menunggu memang nggak pernah menyenangkan. Hari Senin berlalu dan nggak ada kabar. Dicoba sms pihak smartfren ataupun kurirnya nggak ada jawaban. Di telepon pun nggak diangkat. Mencoba berbaik sangka, ternyata Selasa tengah hari belum nampak juga hilalnya dan kayaknya cukup sampai disini. Kedua bapak ini akhirnya aku sms kalau pesanan dibatalkan. Di PHP itu nggak enak, Pak. Beneran deh. Bapak udah pernah di PHP?

Iseng-iseng cari alternatif lain, surprisingly banyak yang jual rare item ini di Tokopedia. Karena permintaan tinggi, harganya cukup bervariasi. Ada yang cari untung dengan menaikkan harga dari harga asli Rp 15 ribu, sampai Rp 100 ribu. Nggak nanggung ya kalau dagang, hahaha.

Dalam 3 jam selanjutnya, menemukan seller yang jelas, bonus kuotanya utuh, support kiriman via Gojek, transfer, dan barang sampai di kantor. 3 jam saja saudara-saudara! Terima kasih lho untuk 5 hari penantian yang tak berujung.

881318

Penampilannya meyakinkan

 

881330

Hi gorgeous!

Semuanya resmi dari Smartfren. Nggak ada tanda-tanda pernah digunakan sebelumnya atau hal-hal aneh lainnya. Bonus utuh, aktivasi mudah, penampilannya ganteng, coklat kulit gitu.

881759

Simpel nan menawan

Kekhawatiranku tinggal satu, apakah modem ini bekerja dengan baik di apartemen lantai 10? Karena sekelas XL dan Bolt pun ngedrop disini. Dan jawabannya adalah …

4779093610605

Yess!

Akhirnya, selesai sudah satu masalah yang sudah dialami 5 bulan terakhir. Yang paling menarik dari modem Smartfren M3Z ini adalah, bonus kuotanya yang melimpah. Skemanya begini :

Bulan 1 : Bonus 30 GB (18 GB utama + 12 GB kuota malam)
Bulan 2 : Isi ulang Rp 100 ribu, Bonus 19 GB (5 GB utama + 12 GB kuota malam + 2 GB tambahan), kuota terakumulasi
Bulan 3 : Isi ulang Rp 100 ribu, Bonus 19 GB (5 GB utama + 12 GB kuota malam + 2 GB tambahan), kuota terakumulasi
Dan seterusnya sampai 1 tahun atau 12 bulan pengisian.

Jadi setiap bulan cukup mengisi pulsa Rp 100 ribu, dapat kuota bonus 19GB. Total Rp 1,2 juta dalam setahun ini utuh, dan bisa dipakai untuk beli paket tahun selanjutnya. Dalam kata lain, koneksi internet 2 tahun kedepan aman ~

Demikianlah kisah dari pendatang di Jakarta yang sedang mencari bentuk terbaiknya ini. Semoga bermanfaat untuk siapapun yang punya kisah yang sama.

Sampai ketemu di post berikutnya! Salam dari lantai 10.

no comments
Video Post Format With Self-Hosted Media And Without Sidebar
May 17, 2016|Fashion

Video Post Format With Self-Hosted Media And Without Sidebar

Mauris sit amet, cotur acing elit. Ut euis eget dolor sit amet congue. Ut vira codo matis. Sed lacia luctus magna ut sodales. Proin massa quam, tincidunt id sem at, blandit viverra justo. Nullam fringilla nunc in nulla rutrum, eu mollis felis lobortis. In hac habitasse platea dictumst. Nullam sed diam et lectus eleifend commodo. Cras fringilla eros id ipsum suscipit tincidunt.

Ut pellentesque et felis in bibendum. Mauris sit amet euismod erat. Quisque ornare consequat tempor. Aliquam commodo posuere tortor id iaculis. Aenean ultrices lacinia dolor eu tincidunt. Mauris rhoncus nec massa vel venenatis. Aenean gravida ullamcorper porta. Pellentesque et velit dictum, porttitor arcu eu, pulvinar lectus. Vestibulum lorem urna, sollicitudin ut velit sed, faucibus dignissim ante. Maecenas vitae ornare leo, id accumsan ipsum. In luctus, felis quis dignissim pellentesque.

Ut vira codo matis. Sed lacia luctus magna ut sodales. Proin massa quam, tincidunt id sem at, blandit viverra justo. Fusce placerat consequat sodales.

Suspendisse ornare orci sed erat sollicitudin, vel ultrices turpis laoreet. Fusce placerat consequat sodales. Suspendisse imperdiet rhoncus adipiscing. Proin auctor pulvinar lacus, sed eleifend ante sodales et. Ut metus sem, porttitor in velit sed, luctus scelerisque urna. Morbi faucibus vel est sed condimentum. Etiam sed velit nibh. Nunc dictum cursus velit, a aliquam lacus mollis sed. Proin adipiscing fermentum convallis. Morbi porta mollis venenatis. Id egestas massa sem et elit. Vivamus semper cursus libero, sed scelerisque est venenatis et. Aliquam commodo posuere tortor id iaculis.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur.

Etiam dignissim lectus id diam varius egestas. Curabitur vel libero massa. Phasellus scelerisque est ac enim interdum pharetra. Nam tristique venenatis tortor non interdum. Donec nibh sem, fermentum non lacinia ut, rhoncus in libero. Aenean cursus pulvinar erat eget laoreet. Aliquam sit amet nisl ullamcorper libero vulputate gravida at eget risus. Nam nec libero eget felis mollis scelerisque at non felis.

Some Caption Goes Here

Some Caption Goes Here

Nullam at justo a erat placerat venenatis. Mauris fringilla, arcu ut tempus ullamcorper, metus risus tincidunt risus, ac fermentum mauris turpis at enim. Vivamus nisl gorneque, rutrum non viverra vel, ornare porta ipsum. Aliquam molestie sem eget ipsum dapibus congue. Cras venenatis nisi nec est faucibus consequat. Praesent dui massa, consectetur vitae varius eu, viverra dictum sem. Nullam tempus mi sit amet mauris lacinia eu sodales nisl cursus. Duis convallis dignissim nisi non mattis. Aenean tincidunt aliquet tempor. Donec nisi est, molestie ut suscipit nec, vestibulum eu urna. Etiam vehicula mauris ac dui condimentum mollis. Cras ut urna risus. Sed nec tortor eget enim ornare lacinia vel nec risus. Curabitur pharetra interdum suscipit. Nulla varius accumsan mauris, quis elementum neque volutpat vitae. Fusce ornare dolor faucibus sem adipiscing bibendum. Donec sollicitudin rutrum purus, et dapibus sapien lacinia eget.

Summary

Proin eleifend volutpat massa, vitae venenatis quam cursus sit amet. Aenean sed lacus enim. Fusce adipiscing tristique lorem, non pellentesque nisi porta elementum. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

no comments
10 / 68
1 2 3 4 7